Gejala Penyebab Dan Cara Mengatasi


Kita tidak dapat begitu saja menyalahkan minuman manis dengan kandungan gula cukup tinggi atau minuman pakaisoda sebagai penyebab terjadinya penyakit ginjal.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Konsultan Ginjal & Hipertensi, Dr. Ginova Nainggolan, SpPD-KGH menekankan bahwa penyebab dari penurunan fungsi ginjal itu begitu kompleks dan multi faktor. Justru, salah satu faktor pendorongnya dari sejumlah kondisi seperti hipertensi dan diabetes.

"Gaya hidup santai (kurang gerak) yang ditambah dengan pola asupan gizi tidak seimbang justru pakaiperan penting dalam meningkatkan risiko penyakit ginjal," Kata Ginova

Hasil kajian dari US National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Desease, lanjut Ginova, mengidentifikasi bahwa risiko penyakit ginjal kronis disebabkan oleh sejumlah faktor, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan sejarah medis dari keluarga yang mengidap gagal ginjal.

Saat kondisi ini dikaitkan dengan minuman pakaikarbonasi, Ginova justru secara terbuka menyatakan tidak ada korelasi langsung di antara keduanya.

"Selama diikuti dengan gaya hidup yang seimbang, meminum minuman pakaisoda tidak serta merta merusak fungsi ginjal," kata Ginova.

Justru, risiko kerusakan ginjal dapat terjadi pada pasien yang tidak mengindahkan anjuran dokter dalam mengonsumsi pakaibagai jenis obat-obatan yang dilakukan pakaikepanjangan.

Pernyataan Ginova ini sejalan dengan satu studi yang pernah dipaparkan Andrew S. Bomback pakaisama empat pakar lain asal Amerika pada 2009.

Sebelum dipublikasikan sebagai jurnal ilmiah serta diakui para ahli di bidang Nefrologi (ginjal), terlebih dahulu dilakukan penelitian dengan membandingkan 477 orang dalam Multi-Ethnic Study of Atheroslerosis (MESA) dan meneliti hubungan antara konsumsi minuman pakaipemanis lebih dari 1 porsi per hari, lebih dari 1 porsi per minggu, dan 1 sampai 6 porsi per minggu terkait dengan kondisi penyakit ginjal kronis.

Hasil dari temuannya yang sudah dipublikasikan sebagai jurnal ilmiah ke dalam American Journal of Clinical Nutrition pada Septempakai 2009 adalah tidak adanya perbedaan dalam hal risiko secara klinis pada penurunan fungsi ginjal.

Penelitian ini juga menyimpulkan adanya kelemahan di dalam hubungan konsumsi minuman pakaipemanis dengan peningkatan risiko penyakit ginjal.

Mencegah kanker payudara dengan 5 makanan berikut


Untuk mengurangi risiko terkena kanker payudara seseorang disarankan untuk menjalani gaya hidup sehat, salah satunya dengan makan-makanan sehat. Lalu, adakah makanan yang berperan besar menurunkan risiko kanker payudara?

Menurut ahli nutrisi Nicolette Pace menyatakan bahwa tidak cukup hanya berbicara makanan sehat, namun apa makanan sehat untuk turunkan risiko kanker payudara.

Ini dia lima makanan dan atau minuman yang disarankan untuk rutin dikonsumsi demi turunkan risiko terkena kanker payudara

1. Teh Hijau
Teh ini mengandung katekin yang dapat mengusir penyakit pada tubuh. Salah satunya adalah kandungan EGCC yang membantu menghentikan kerja sel-sel tumor.

2. Kedelai 
Perempuan takut untuk mengonsumsi kedelai karena takut mendorong hormon estrogen bekerja yang malah dapat mendorong pertumbuhan kanker. Pace mengatakan bahwa kedelai lebih kemoprotektif.

Menurut Pace, bagi orang yang telah terdapat sel-sel kanker payudara bisa kedelai memanga tak disarankan tapi pada wanita dengan sel normal sangat penting untuk mengonsumsi makanan kaya kedelai seperti tempe atau tahun.

"Kedelai secara umum memiliki banyak zat pelindung kanker di dalamnya, sehingga jangan dihindari dan konsumsi kedelai secara utuh bukan hasil ilahan," teranng Pace.

3. Biji rami
Nama biji-bijian yang satu ini tak banyak dikenal meski telah banyak digunakan sebagai capuran dalam biskuit. dan tak sedikit pula yang tahu manfaat besar si biji berukuran kecil ini.

Biji rami mampu mencegah pertumbuhan sel kanker karena asam lemak Omega-3 di dalamnya akan mengusir sel jahat yang mendekati sel sehat di dalam tubuh. Selain itu, tanaman serat yang satu ini menurut Pace terbukti mengurangi kadar estrogen.

4. Buah dan sayuran
Semua buah dan sayur mengandung banyak kandungan yang diantaranya sebagai pelawan kanker. Saat mengonsumsi banyak buah dan sayur artinya kekuatan besar senyawa pelawan kanker bersatu.

5. Probiotik
Probiotik menjaga kesehatan pencernaan Anda, yang telah terbukti untuk membantu menjaga berat badan yang merupakan salah satu faktor untuk turunkan risiko kanker payudara.

Anda bisa mendapatkan kandungan probiotik dari makanan yang telah difermentasi tak hanya yoghurt, tapi bisa juga kefir, kimchi, kombucha.

Hasil Telusur Makanan ini Tidak menyebabkan Orang Gemuk


Rasa lapar yang akut membuat orang jadi lupa diri. Menyantap makanan berlebihan tak lagi jadi beban, asalkan perut kenyang. Hanya saja setelah seluruh makanan mendarat di perut, barulah mereka `kelabakan` dan timbul rasa sesal.

Sesal kian bertambah ketika mereka sadar bahwa makanan yang mereka masukkan adalah makanan yang mengandung kalori tinggi, seperti keripik, biskuit, cokelat, dan makanan jenis lainnya.

Andai saja mereka yang mengalami rasa lapar akut menyantap sejumlah makanan di bawah ini seperti dikutip Daily Mail, Sabtu (21/2/2015) dengan porsi yang berlebihan, maka rasa sesal itu tak akan pernah muncul sama sekali.

Sebagai catatan, kalori yang tercantum di masing-masing daftar makanan ini untuk per 100 gram.

1. Mentimum

Buah atau sayuran yang berisikan banyak cairan mengandung kalori sebesar 16 kcal. Menyantap sumber vitamin C yang diketahui mampu mengurangi tingkat peradangan di dalam tubuh dalam jumlah yang banyak tak akan jadi masalah.

Ahli Gizi di NutriCentre, London, Inggris, Daisy Connor, mengatakan bahwa mentimun mengandung asam askorbat dan caffeic acid yang dapat membantu mencegah retensi air.

2. Asparagus

Asparagus mengandung 20 kalori yang bermanfaat sebagai detoksifikasi, karena mengandung nutrisi diuretik yang dapat membantu mengeluarkan racun.

Makan asparagus dalam jumlah cukup banyak tak akan membuat berat badan Anda naik, justru dapat membantu Anda meningkatkan tingkat metabolisme Anda.

Asparagus kaya akan folat yang cocok disantap oleh wanita hamil. Apalagi, jelas Daisy, asparagus mengandung antioksidan anti-inflamasi.

3. Kembang kol

Kembang kol tidak mengandung lemak, melainkan tinggi vitamin C dan mengandung 25 kalori. Bagi pelaku diet, kembang kol dicampur kentang tumbuk, lalu dipanggang untuk disantap.

Kembang kol merupakan sumber serat paling baik dan kaya akan vitamin K. Menyantapnya dalam kondisi dikukus atau mentah (asal dibersihkan dengan benar), maka sejumlah manfaat itu akan didapat.

4. Tomat

Sayuran berbentuk bulat dan berwarna merah yang kaya lycopene mengandung 18 kalori.

Menurut Daisy, tomat yang disantap setelah dimasak memiliki manfaat seperti statin yang diperuntukkan bagi pasien yang sedang melawan kadar kolesterol tinggi atau tekanan darag tinggi.

5. Pepaya

Pepaya segar mengandung sedikit kalori, hanya 43 kcal. Vitamin C yang terkandung di buah pepaya sama seperti yang ada di buah jeruk. Buah pepaya mengandung 15 kali lebih banyak antioksidan beta-cryptoxanthin yang bermanfaat bagi mereka yang berisiko mengalami polyarthritis (kondisi yang memengaruhi kesehatan sendi)

Serat yang terkandung di dalam buah pepaya berguna memerangi sembelit.

6. Cabai

Cabai akan membuat mulut terbakar ketika gigi mulai menggigitnya. Justru, pada kondisi seperti inilah makanan yang mengandung 40 kalori ini mulai bekerja.

Cabai mengandung capsaicin, dan memiliki kemampuan untuk meningkatkan tingkat metabolisme yang nantinya akan membakar lebih banyak kalori setelah Anda menyantapnya.

7. Apel hijau

Apel hijau mengandung 52 kalori yang kaya akan serat makanan, dan membantu Anda kenyang lebih lama.

Dalam satu penelitian yang telah diterbitkan di dalam ISRN Obesity pada 2013 disebutkan bahwa serat mampu meningkatkan rasa kenyang, mengurangi rasa lapar berlebihan, dan bermanfaat untuk menurunkan berat badan.

Problem Kesehatan Reproduksi Remaja

Terdapat indikasi pada remaja - baik di perkotaan maupun perdesaan - yang menunjukkan meningkatnya perilaku seks pra-nikah. Namun, menarik dipertanyakan adalah apakah mereka memahami resiko-resiko seksual yang menyertainya? Berdasarkan studi di 3 kota Jawa Barat (2009), perempuan remaja lebih takut pada resiko sosial (antara lain: takut kehilangan keperawanan/ virginitas, takut hamil di luar nikah karena jadi bahan gunjingan masyarakat) dibanding resiko seksual, khususnya menyangkut kesehatan reproduksi dan kesehatan seksualnya.
 
Padahal kelompok usia remaja merupakan usia yang paling rentan terinfeksi HIV/AIDs dan Penyakit Menular Seksual (PMS) lainnya. Bahkan, dalam jangka waktu tertentu, ketika perempuan remaja menjadi ibu hamil, maka kehamilannya dapat mengancam kelangsungan hidup janin/bayinya.  
 
Pada dasarnya, kerentanan perempuan, bukan hanya karena faktor biologisnya, namun juga secara sosial dan kultural kurang berdaya untuk menyuarakan kepentingan/haknya pada pasangan seksualnya demi keamanan, kenyamanan, dan kesehatan dirinya. Kepasifan dan ketergantungan sebagai karakter feminin yang dilekatkan pada perempuan juga melatari kerentanan tersebut. Faktor ekonomi juga mengkondisikan kerentanan perempuan.  


Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mengkompilasi, masalah kesehatan reproduksi remaja yang telrjadi di seluruh dunia, yang dapat menjadi bahan pembanding untuk masalah yang sama di Indonesia, atau asumsi kejadian di Indonesia bila belum tersedia datanya.
 
Indikator-indikator untuk masalah kesehatan reproduksi dipresentasikan pada bagian ini. Informasi mengenai masalah kesehatan reproduksi, selain penting diketahui oleh para pemberi pelayanan kesehatan, pembuat keputusan, juga penting untuk para pendidikan dan penyelenggara program bagi remaja, agar dapat membantu menurunkan masalah kesehatan reproduksi remaja