TahuTempe diketahui meningkatkan risiko kanker payudara


Meski kandungan gizi pada tahu dan tempe begitu tinggi. Tapi sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of National Cancer Institute belum lama ini menemukan adanya keterkaitan antara kedelai dengan risiko kanker payudara.

Para peneliti yang mengamati 140 pasien akhirnya didiagnosis kanker payudara invasif setelah 2-3 minggu sebelumnya, mereka diberi suplemen kedelai (berupa susu kedelai dan tofu atau tahu) setiap hari.

"Hipotesis bahwa mengonsumsi kedelai dalam jangka waktu tertentu dapat mempengaruhi peningkatan risiko kanker payudara, " kata rekan penulis studi yang juga ahli onkologi medis dan peneliti di Memorial Sloan Kettering, Jacqueline Bromberg, MD, PhD.

Pasien yang rutin mengonsumsi kedelai, kata Jacqueline, memiliki tingkat tinggi genistein atau metabolit dari kedelai. Yang menarik, pasien dengan tingkat tinggi metabolit ini mengalami peningkatan gen pertumbuhan tumor, khususnya pada wanita.

Jadi apakah itu berarti kita harus membatasi konsumsi kedelai atau menghindarinya sama sekali? Belum tentu. Seperti makanan lainnya, bukti menunjukkan ada efek perlindungan dari kedelai terhadap berbagai kanker, termasuk kanker payudara.

"Mengonsumsi dalam jumlah normal kedelai mungkin tidak akan menyebabkan risiko kanker payudara. Diet sehat adalah kuncinya. Jadi tidak perlu khawatir selama Anda tidak berlebihan mengonsumsi sesuatu dan rutin berkonsultasi ke dokter jika merasakan hal yang aneh," katanya.

Mencegah kanker payudara dengan 5 makanan berikut


Untuk mengurangi risiko terkena kanker payudara seseorang disarankan untuk menjalani gaya hidup sehat, salah satunya dengan makan-makanan sehat. Lalu, adakah makanan yang berperan besar menurunkan risiko kanker payudara?

Menurut ahli nutrisi Nicolette Pace menyatakan bahwa tidak cukup hanya berbicara makanan sehat, namun apa makanan sehat untuk turunkan risiko kanker payudara.

Ini dia lima makanan dan atau minuman yang disarankan untuk rutin dikonsumsi demi turunkan risiko terkena kanker payudara

1. Teh Hijau
Teh ini mengandung katekin yang dapat mengusir penyakit pada tubuh. Salah satunya adalah kandungan EGCC yang membantu menghentikan kerja sel-sel tumor.

2. Kedelai 
Perempuan takut untuk mengonsumsi kedelai karena takut mendorong hormon estrogen bekerja yang malah dapat mendorong pertumbuhan kanker. Pace mengatakan bahwa kedelai lebih kemoprotektif.

Menurut Pace, bagi orang yang telah terdapat sel-sel kanker payudara bisa kedelai memanga tak disarankan tapi pada wanita dengan sel normal sangat penting untuk mengonsumsi makanan kaya kedelai seperti tempe atau tahun.

"Kedelai secara umum memiliki banyak zat pelindung kanker di dalamnya, sehingga jangan dihindari dan konsumsi kedelai secara utuh bukan hasil ilahan," teranng Pace.

3. Biji rami
Nama biji-bijian yang satu ini tak banyak dikenal meski telah banyak digunakan sebagai capuran dalam biskuit. dan tak sedikit pula yang tahu manfaat besar si biji berukuran kecil ini.

Biji rami mampu mencegah pertumbuhan sel kanker karena asam lemak Omega-3 di dalamnya akan mengusir sel jahat yang mendekati sel sehat di dalam tubuh. Selain itu, tanaman serat yang satu ini menurut Pace terbukti mengurangi kadar estrogen.

4. Buah dan sayuran
Semua buah dan sayur mengandung banyak kandungan yang diantaranya sebagai pelawan kanker. Saat mengonsumsi banyak buah dan sayur artinya kekuatan besar senyawa pelawan kanker bersatu.

5. Probiotik
Probiotik menjaga kesehatan pencernaan Anda, yang telah terbukti untuk membantu menjaga berat badan yang merupakan salah satu faktor untuk turunkan risiko kanker payudara.

Anda bisa mendapatkan kandungan probiotik dari makanan yang telah difermentasi tak hanya yoghurt, tapi bisa juga kefir, kimchi, kombucha.

Seks Pra Nikah Trend Remaja Masa Kini?


Perilaku seksual ialah perilaku yang melibatkan sentuhan secara fisik anggota badan antara pria dan wanita yang telah mencapai pada tahap hubungan intim, yang biasanya dilakukan oleh pasangan suami istri.

Sedangkan perilaku seks pranikah merupakan perilaku seks yang dilakukan tanpa melalui proses pernikahan yang resmi menurut hukum maupun menurut agama dan kepercayaan masing-masing individu. Lebih gawatnya lagi, seks bebas (free sex) itu kini telah menjadi tren oleh beberapa kelompok pelajar serta merupakan bagian dari budaya yang ada di masyarakat.

Perilaku seks pranikah ini memang kasat mata, namun ia tidak terjadi dengan sendirinya melainkan didorong atau dimotivasi oleh faktor-faktor internal yang tidak dapat diamati secara langsung (tidak kasat mata).

Dengan demikian individu tersebut tergerak untuk melakukan perilaku seks pranikah. Motivasi merupakan penggerak perilaku. Motivasi yang sama dapat saja menggerakkan perilaku yang berbeda, demikian pula perilaku yang sama dapat saja diarahkan oleh motivasi yang berbeda. Motivasi tertentu akan mendorong seseorang untuk melakukan perilaku tertentu pula.

Pada seorang remaja, perilaku seks pranikah tersebut dapat dimotivasi oleh rasa sayang dan cinta dengan didominasi oleh perasaan kedekatan dan gairah yang tinggi terhadap pasangannya, tanpa disertai komitmen yang jelas (menurut Sternberg hal ini dinamakan romantic love); atau karena pengaruh kelompok (konformitas), dimana remaja tersebut ingin menjadi bagian dari kelompoknya dengan mengikuti norma-norma yang telah dianut oleh kelompoknya, dalam hal ini kelompoknya telah melakukan perilaku seks pranikah.

Faktor lain yang dapat mempengaruhi seorang remaja melakukan seks pranikah karena ia didorong oleh rasa ingin tahu yang besar untuk mencoba segala hal yang belum diketahui. Hal tersebut merupakan ciri-ciri remaja pada umumnya, mereka ingin mengetahui banyak hal yang hanya dapat dipuaskan serta diwujudkannya melalui pengalaman mereka sendiri.

Disinilah suatu masalah acap kali muncul dalam kehidupan remaja karena mereka ingin mencoba-coba segala hal, termasuk yang berhubungan dengan fungsi ketubuhannya yang juga melibatkan pasangannya. Namun dibalik itu semua, faktor internal yang paling mempengaruhi perilaku seksual remaja sehingga mengarah pada perilaku seksual pranikah pada remaja adalah berkembangnya organ seksual.

Maka tak heran bila remaja mempunyai kecenderungan untuk mengadopsi informasi yang diterima oleh teman-temannya, tanpa memiliki dasar informasi yang signifikan dari sumber yang lebih dapat dipercaya. Informasi dari teman-temannya tersebut, dalam hal ini sehubungan dengan perilaku seks pranikah, tak jarang menimbulkan rasa penasaran yang membentuk serangkaian pertanyaan dalam diri remaja.

Untuk menjawab pertanyaan itu sekaligus membuktikan kebenaran informasi yang diterima, mereka cenderung melakukan dan mengalami perilaku seks pranikah itu sendiri.

Pengaruh media dan televisi pun sering kali diimitasi oleh remaja dalam perilakunya sehari-hari. Misalnya saja remaja yang menonton film remaja yang berkebudayaan barat, melalui observational learning, mereka melihat perilaku seks itu menyenangkan dan dapat diterima lingkungan.

Hal ini pun diimitasi oleh mereka, terkadang tanpa memikirkan adanya perbedaan kebudayaan, nilai serta norma-norma dalam lingkungan masyakarat yang berbeda.

Oleh karena itu sex education sudah seharusnya diberikan kepada peserta didik sejak dini, terlebih buat yang sudah beranjak remaja, meskipun masih diambang pro dan kontra. Namun hal ini di anggap penting karena mengacu pada dua aspek, yaitu untuk mencegah ambigunya pendidikan seks maupun pengetahuan tentang kesehatan reproduksi di kalangan remaja.

Karena rata-rata saat para pelajar tumbuh menjadi remaja, mereka belum mengerti dengan seks, sebab orang tua masih menganggap bahwa membicarakan mengenai seks adalah hal yang tabu. Sehingga para pelajar yang begitu penasaran akan pengetahuan seks akan mencari tahu sendiri informasi terkait seks melalui berbagai media.

Karena saat ini berbeda dengan pada masa lalu, informasi tentang seks begitu gampangnya diakses oleh siapapun. Apalagi sikap remaja saat ini sangat kritis, yang selalu ingin tahu dan ingin mencoba.

Bahkan akibat faktor tersebutlah, mereka tanpa sadar telah terjerumus ke dalam hal-hal negatif seperti free sex, tingginya hubungan seks di luar nikah, kehamilan yang tidak diinginkan, sampai pada penularan PSM seperti halnya HIV AIDS. Hal inilah yang dijadikan aspek kedua.