Diet yang tepat untuk pasien penyakit jantung


Pasien yang menderita penyakit jantung dan dianjurkan untuk diet sehat, seperti diet rendah kolesterol dan kontrol gula darah dan tekanan darah, dan mempertahankan atau membantu Anda menurunkan berat badan.

Dalam seminar Pusat Jantung Ibu diadakan di bawah slogan "Hidup dengan konsultan medis dan gizi Hati Disease` PT Quaker Indonesia, Dr. Elia Indrianingsih, SpGK mengatakan bahwa satu jenis diet sehat yang bisa dilakukan adalah dengan mengonsumsi makanan rendah lemak jenuh dan non-fat jenuh secara teratur.

Elia mengatakan pada hari Selasa, "Hal ini juga rendah kolesterol, dan kaya akan Omega 3, dan kaya akan serat makanan, termasuk beta-glucan serat larut bidan"

Oats, jelas bahwa Elia, sumber yang paling penting dari serat beta dilepas Glucen larut. Dari penelitian yang dilakukan selama beberapa tahun hasil menunjukkan bahwa makan 3 gram beta-glucan per hari dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah, yang membantu secara otomatis setiap kali risiko penyakit jantung menurun.

"Bisa bahwa serat beta-glucan juga membantu mengatur kadar gula darah. Selain gandum dan serat larut lainnya, kacang, kacang polong kering, psyllium, apel, jeruk, pir, stroberi dan sumber blueberry, dan bijirami, mentimun, seledri, dan wortel," kata Elia.

Jadi Elia merekomendasikan seseorang untuk menentukan serat dan manfaatnya, sehingga tubuh Anda untuk merasakan manfaat dari itu.

Untuk pasien yang menderita penyakit jantung, diet yang tepat dan ini sangat penting, serta mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Progretivitas untuk memperlambat penyakit jantung dan mencegah terjadinya komplikasi fatal.

TahuTempe diketahui meningkatkan risiko kanker payudara


Meski kandungan gizi pada tahu dan tempe begitu tinggi. Tapi sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of National Cancer Institute belum lama ini menemukan adanya keterkaitan antara kedelai dengan risiko kanker payudara.

Para peneliti yang mengamati 140 pasien akhirnya didiagnosis kanker payudara invasif setelah 2-3 minggu sebelumnya, mereka diberi suplemen kedelai (berupa susu kedelai dan tofu atau tahu) setiap hari.

"Hipotesis bahwa mengonsumsi kedelai dalam jangka waktu tertentu dapat mempengaruhi peningkatan risiko kanker payudara, " kata rekan penulis studi yang juga ahli onkologi medis dan peneliti di Memorial Sloan Kettering, Jacqueline Bromberg, MD, PhD.

Pasien yang rutin mengonsumsi kedelai, kata Jacqueline, memiliki tingkat tinggi genistein atau metabolit dari kedelai. Yang menarik, pasien dengan tingkat tinggi metabolit ini mengalami peningkatan gen pertumbuhan tumor, khususnya pada wanita.

Jadi apakah itu berarti kita harus membatasi konsumsi kedelai atau menghindarinya sama sekali? Belum tentu. Seperti makanan lainnya, bukti menunjukkan ada efek perlindungan dari kedelai terhadap berbagai kanker, termasuk kanker payudara.

"Mengonsumsi dalam jumlah normal kedelai mungkin tidak akan menyebabkan risiko kanker payudara. Diet sehat adalah kuncinya. Jadi tidak perlu khawatir selama Anda tidak berlebihan mengonsumsi sesuatu dan rutin berkonsultasi ke dokter jika merasakan hal yang aneh," katanya.

Hasil Telusur Makanan ini Tidak menyebabkan Orang Gemuk


Rasa lapar yang akut membuat orang jadi lupa diri. Menyantap makanan berlebihan tak lagi jadi beban, asalkan perut kenyang. Hanya saja setelah seluruh makanan mendarat di perut, barulah mereka `kelabakan` dan timbul rasa sesal.

Sesal kian bertambah ketika mereka sadar bahwa makanan yang mereka masukkan adalah makanan yang mengandung kalori tinggi, seperti keripik, biskuit, cokelat, dan makanan jenis lainnya.

Andai saja mereka yang mengalami rasa lapar akut menyantap sejumlah makanan di bawah ini seperti dikutip Daily Mail, Sabtu (21/2/2015) dengan porsi yang berlebihan, maka rasa sesal itu tak akan pernah muncul sama sekali.

Sebagai catatan, kalori yang tercantum di masing-masing daftar makanan ini untuk per 100 gram.

1. Mentimum

Buah atau sayuran yang berisikan banyak cairan mengandung kalori sebesar 16 kcal. Menyantap sumber vitamin C yang diketahui mampu mengurangi tingkat peradangan di dalam tubuh dalam jumlah yang banyak tak akan jadi masalah.

Ahli Gizi di NutriCentre, London, Inggris, Daisy Connor, mengatakan bahwa mentimun mengandung asam askorbat dan caffeic acid yang dapat membantu mencegah retensi air.

2. Asparagus

Asparagus mengandung 20 kalori yang bermanfaat sebagai detoksifikasi, karena mengandung nutrisi diuretik yang dapat membantu mengeluarkan racun.

Makan asparagus dalam jumlah cukup banyak tak akan membuat berat badan Anda naik, justru dapat membantu Anda meningkatkan tingkat metabolisme Anda.

Asparagus kaya akan folat yang cocok disantap oleh wanita hamil. Apalagi, jelas Daisy, asparagus mengandung antioksidan anti-inflamasi.

3. Kembang kol

Kembang kol tidak mengandung lemak, melainkan tinggi vitamin C dan mengandung 25 kalori. Bagi pelaku diet, kembang kol dicampur kentang tumbuk, lalu dipanggang untuk disantap.

Kembang kol merupakan sumber serat paling baik dan kaya akan vitamin K. Menyantapnya dalam kondisi dikukus atau mentah (asal dibersihkan dengan benar), maka sejumlah manfaat itu akan didapat.

4. Tomat

Sayuran berbentuk bulat dan berwarna merah yang kaya lycopene mengandung 18 kalori.

Menurut Daisy, tomat yang disantap setelah dimasak memiliki manfaat seperti statin yang diperuntukkan bagi pasien yang sedang melawan kadar kolesterol tinggi atau tekanan darag tinggi.

5. Pepaya

Pepaya segar mengandung sedikit kalori, hanya 43 kcal. Vitamin C yang terkandung di buah pepaya sama seperti yang ada di buah jeruk. Buah pepaya mengandung 15 kali lebih banyak antioksidan beta-cryptoxanthin yang bermanfaat bagi mereka yang berisiko mengalami polyarthritis (kondisi yang memengaruhi kesehatan sendi)

Serat yang terkandung di dalam buah pepaya berguna memerangi sembelit.

6. Cabai

Cabai akan membuat mulut terbakar ketika gigi mulai menggigitnya. Justru, pada kondisi seperti inilah makanan yang mengandung 40 kalori ini mulai bekerja.

Cabai mengandung capsaicin, dan memiliki kemampuan untuk meningkatkan tingkat metabolisme yang nantinya akan membakar lebih banyak kalori setelah Anda menyantapnya.

7. Apel hijau

Apel hijau mengandung 52 kalori yang kaya akan serat makanan, dan membantu Anda kenyang lebih lama.

Dalam satu penelitian yang telah diterbitkan di dalam ISRN Obesity pada 2013 disebutkan bahwa serat mampu meningkatkan rasa kenyang, mengurangi rasa lapar berlebihan, dan bermanfaat untuk menurunkan berat badan.